Website yang berisi informasi dunia terbaru dan terpercaya serta teraktual di Indonesia

Selasa, 09 Maret 2021

China Negara Pertama Luncurkan "Paspor Virus"

| Selasa, 09 Maret 2021
China Negara Pertama Luncurkan "Paspor Virus"

fmdiscioglu.com - China Negara Pertama Luncurkan "Paspor Virus" - Negara China kini baru saja meluncurkan program sertifikat kesehatan untuk para pelancong domestik pada Senin (8/3/2021). Program ini menjadikan Negara China sebagai negara pertama di dunia dalam pembuatan "paspor virus"

Apa itu paspor virus? Paspor virus merupakan sertifikat digital yang menunjukkan status vaksinasi dan hasil tes virus corona dari pengguna. Paspor tersebut bisa dimiliki oleh warna China melalui Program yang ada di platform media sosial China, Wechat.

Dilansir dari DW, aplikasi yang digadang-gadang sebagai paspor vaksin pertama di dunia itu, bakal tersedia di platform media sosial Wechat. Namun jika paspor tersebut sama-sama berlaku lokal,  Israel lebih dulu memilikinya. Lebih dari sepekan lalu, Israel merilis aplikasi yang menunjukkan status vaksinasi seseorang. Pemegang green pass itu boleh masuk ke museum, gym, hotel, bioskop, dan tempat konsel. 

Program ini mencakup kode QR ter-enskripsi yang memungkinkan setipa negara mendapatkan informasi kesehatan para pelancong. 

Dimana aplikasi itu akan melacak lokasi pengguna dan menghasilkan kode hijau - identik dengan kesehatan yang baik. Apabila pengguna tidak menggunakan kontak dekat dengan  kasus yang dikonfimasikan atau belum melakukan perjalanan ke pusat penularan virus. 

Seorang juru bicara Kementerian luar negeri mengatakan sertifikat itu diluncurkan untuk membantu mendorong pemulihan ekonomi dunia dan memfasilitasi perjalanan lintas batas. Namun sayannya hal ini belum tersedia untuk para pelansong internasional yang akan memasukin wilayah kekuasaan Xi Jinping itu. 

Amerika Serikat (AS) dan Inggris termasuk di antaranya negara-negara yang saat ini mempertimbangkan untuk menerapkan hal serupa. Uni Eropa pun juga sedang mengerjakan green pass vaksin yang akan memungkinkan warganya melakukan perjalanan antar negara anggota dan ke luar negeri. 

Namun dalam perencanaan hal itu, ditemukan pula tantangan lain yang membawa kekhawatiran baru. Beberapa pihak meyakini bahwa hal ini hanya akan memperluas pengawasan atas warganya. 

Related Posts

Tidak ada komentar:

Posting Komentar