Website yang berisi informasi dunia terbaru dan terpercaya serta teraktual di Indonesia

Kamis, 18 Maret 2021

Berita Terkini! Warga Pancoran Jaksel Digusur Paksa

| Kamis, 18 Maret 2021

 

Berita terkini! Warga pancoran Jaksel digusur paksa

Berita terkini! Warga pancoran Jaksel digusur paksa. Kepala Advokasi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta Nelson dilakukan oleh PT Pertamina Persero kepada warga Pancoran, Jakarta Selatan bebrapa waktu lalu. 

Menurut berdasarkan kesaksian yang disampaikan warga, Nelson mengatakan penggurusuran dilakukan dengan disertai intimidasi oleh preman dan aparat dari Korps Brigade Mobil (Brimob).

Ia mengatakan terdapat bentrokan antara warga dengan preman. Dan yang warga cemaskan Brimob ada di situ. Dan kemudian membawa senjata, menggunakan rompi antipeluru, sama helm tempur, pada Rabu (17/3/2021). Seperti yang di kutip fmdiscioglu.com dari antaranews.

Bentrokan sendiri bermula dari kejadian pada Juli 2020, pada saat warga Gang Bungtu II digusur paksa oleh PT Pertamina Persero dari lahan seluar 4,8 hektar yang dihuni oleh 2.000 jiwa sejak 20 tahun silam. Beberapa warga bahkan mengaku sudah tinggal disana sejak 40 tahun lalu. Tetapi PT Pertamina mengklaim bahwa tanah tersebut milik mereka.

Warga menilai penggusuran tersebut sebenarnya cacat prosedut hukum. Sebab, penggusuran dilakukan terhadap lahan yang masih menjadi sengketa. Padahal, penggusuran pada tanah yang disengketakan belum bisa dilakukan sebelum ada putusan pengadilan. 

Warga pun menyebutkan penggusuran tersebut dilakukan dengan intimidasi dan teror dari pintu ke pintu. Sebab ketakutan, akhirnya sejumlah warga membongkar rumahnya dan meninggalkan lokasi tersebut.  Tetapi, masih banyak warga yang tetap bertahan. 

Sementara itu, rangkaian upaya penggusuran terus terjadi dengan mengatasnamakan PT Pertamina Training and Consulting (PTC). Anak perusahan milik PT Pertamina, sebagai pemilih lahan. Tetapi warga tidak pernah diberi informasi bawah penggusuran dilakukan demi pembangunan apa. 

Pada 11 Januari 2021, pihak PT Pertamina mendatangi permukiman warga untuk menyampaikan kepemilihan lahan oleh PT PTC sebagai alasan penggusuran. Tetapi, pihak korporasi tidak menunjukkan surat peringatan penggusuran ketika diminta warga. Korporasi berdalih aktivitas tersebut bukan penggusuran, melainkan hanya pemulihan aset negara. 

Dari sejak itu, area permukiman warga dipasangi plang bertuliskan 'tanah dan/atau bangunan ini milik PT Pertaminan ' dan ' rumah  ini harus dikosongkan'. Padahal, warga merasa belum menyepakati apapun dengan korporasi. 

Diketahui tak kunjung berpindah dari area pemukiman, beberapa hari kemudian PT Pertamina bersama 30 anggota organisasi masyarakat berseragam dan preman datang dengan palu penghancur, gergaji mesin, dan satu unit eskavator. Mereka berniat untuk meratakan rumah warga.

Warga tak tinggal diam. Mereka berupaya menghalangi penggusuran. Kericuhan sempat terjadi, namun dilerai oleh aparah polisi. 




Related Posts

Tidak ada komentar:

Posting Komentar